Dari ketidak sengajaan ini saya menemukan apa yang dinamakan dengan Skizofrenia, salah satu penyebab seseorang merasa rendah diri mungkin bisa di bilang nggak gaul atau cupu :-).
Menurut catatan yang saya temukan di wikipedia (biasanya teman saya selalu menyarankan wikipedia, sebagai bahan rujukan untuk istilah-istilah yang baru dan belum di mengerti. hehe..) Skizofrenia adalah penyakit otak yang timbul akibat ketidak seimbangan dopamin, yaitu salah satu sel kimia yang ada dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal.
Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial). Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi. Gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.
Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas:
- Gejala-gejala Positif
Termasuk halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (kognitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain. - Gejala-gejala Negatif
Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktivitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia).
Karena obat untuk penyakit ini belum bisa dipastikan, maka untuk saat ini para ahli hanya melakukan terapi sebagai cara untuk meminimalkan timbulnya penyakit ini. Tujuannya adalah memberikan pendidikan dan pengertian tentang sifat - sifat skizofrenia ini, mengurangi perasaan bersalah penderita atas timbulnya penyakit ini, mengidentifikasi perilaku problematik pada penderita pada anggota keluarga lainnya dan memperjelas pedoman bagi penderita dan keluarga.
Dalam sudut pandang agama, penderita penyakit ini mestinya lebih mendekatkan diri dan lebih memperdalam tentang keilmuan ketuhanan (ketauhidan) dengan hal itu penderita akan lebih bisa menerima dan bersabar dalam melakukan suatu kegiatan.
Jhon Nash seorang doktor ilmu matematika mengisahkan bahwa kesabaran dan perhatian yang tepat sangat diperlukan oleh penderita skizofrenia dan keluarga perlu mendukung serta memotivasi penderita untuk sembuh. Ia memenangkan hadiah nobel pada tahun 1994 yang mengilhami film A Beautiful mind, yang menyatakan bahwa seorang penderita skizofrenia bisa sembuh dan berprestasi.
Semoga apa yang saya ceritakan hari ini bermanfaat....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar