Facebook Saya

Kamis, 11 November 2010

Contoh Program Borland C++

contoh Do ... While

 
file header
main()
{
char kode[5], *bagian, nama[30], lagi;
int gapok, tot_gj, lembur, pjk, nip, lama, gaber, tunj;
float jam_ker, uang_lembur;
do
{
clrscr();
gotoxy(8,3);cout<<" Sistem Informasi Penggajian "<<endl;
gotoxy(6,4);cout<<" PT. Muhamad Sayuthi Corporation "<<endl;
cout<<" ----------------------------------------\n";
printf(" Masukan NIP              : ");cin>>nip;
printf(" Masukan Nama Pegawai     : ");cin>>nama;
printf(" Masukan Kode Bagian      : ");cin>>kode;
printf(" Masukan Jumlah Jam Kerja : ");cin>>jam_ker;
printf(" Masukan Lama Kerja       : ");cin>>lama;
cout<<"\n ---------------------------------------- ";
cout<<endl;
if(strcmpi(kode,"IT01")==0){
bagian="Data Entry";
gapok=10000000;
}
else if(strcmpi(kode,"IT02")==0){
bagian="Programmer";
gapok=20000000;
}
else{
bagian="System Analis";
gapok=30000000;
}
lembur=jam_ker-200;
if(jam_ker>200){
   uang_lembur=lembur*15000;
   }else{
   uang_lembur=0;
   }
if(lama<=2){
   tunj=0.05*gapok;
   }
   else if(lama<=6){
   tunj=0.1*gapok;
   }
   else if(lama>6){
   tunj=0.15*gapok;
   }
tot_gj=gapok+tunj+uang_lembur;
pjk=tot_gj*0.025;
gaber=tot_gj-pjk;

gotoxy(10,14);cout<<" Data Gaji Karyawan "<<endl;
gotoxy(6,15);cout<<" PT. Muhamad Sayuthi Corporation "<<endl;
cout<<" ========================================\n";
cout<<endl;
cout<<" Nip           : "<<nip<<endl;
cout<<" Nama Karyawan : "<<nama<<endl;
cout<<" Bagian        : "<<bagian<<endl;
cout<<" ----------------------------------------\n";
cout<<endl;
cout<<" Lembur        : "<<lembur<<" Jam "<<endl;
cout<<" Gaji Pokok    : Rp "<<gapok<<endl;;
cout<<" Uang Lembur   : Rp "<<uang_lembur<<endl;
cout<<" Tunjangan     : Rp "<<tunj<<endl;
cout<<" ----------------------------------------+\n";
cout<<endl;
cout<<" Total Gaji    : Rp "<<tot_gj<<endl;
cout<<" Pajak         : Rp "<<pjk<<endl;
cout<<"\n --------------------------------------(-) ";
cout<<endl;
cout<<" Gaji Bersih   : Rp "<<gaber<<endl;
cout<<endl;
cout<<" Mau Input Data Lagi [Y/T] ?";cin>>lagi;
}
while(lagi=='Y'||lagi=='y');
}
Outputnya kira-kira kaya gini.

Selasa, 02 November 2010

Udah lumrah sih


Kata-kata itu sering muncul ketika ada sebuah kebiasaan yang memang sering di lakukan.
Dalam kehidupan sehari-hari kata-kata itu pasti saja muncul, ketika ada sebuah masalah atau kejadian yang memang sulit ditemukan jawabannya.
Seperti yang saya alami kemarin pada saat saya memasuki kelas praktek, tiba-tiba ada quiz dadakan. apalagi kelas tersebut adalah kelas karyawan, alasan nya pasti sebuah keluhan "boro-boro ngapalin, ni buka modul yang kemaren ajah belum sempet" seperti itu lh "jadi saya mh pasrah ajah, mudah-mudahan soalnya masih bisa saya jawab". "hehehehe....." cuma itu yang keluar dari mulut saya.
Cerita berlanjut, pada saat berlangsung nya quiz tengak-tengok, tanya kiri-kanan padahal di papan tulis sengaja di tulis " OPEN BOOK -20", "Peaking / Nyontek -30", "Kerjasama -15" dengan huruf kapital agak lumyan gde lah.
1 jam akhirnya berlalu, terdengar nada" kecewa dari ucapan" mereka (termasuk saya hehehe...) tapi ada yang membuat saya tertarik bercerita tentang hal ini. seperti biasa sebelum pulang nongkrong di warung kopi kaya'nya jadi sebuah keharusan sambil ngobrolin apa yang terjadi tadi.
" aku tadi lihat si X nyontek, tapi ko gk di apa"in ya??" temnku berkata, "emng nya kenapa gtu, dulu wktu kita masih skolah juga sering kn kaya gtu" temanku menimpal, "heem, tu sih udah biasa, udah lumrah apalagi kita yang karyawan gk punya bnyk wktu buat ngapalin"....

Dalam hati sambil senyam senyum saya berkata, ternyata budaya lumrah masih dipake disini ya...
Sebenarnya apa sih yang membuat mereka berkata seperti itu, sampe-sampe kata-kata itu biasa kita ucapkan dalam obrolan sehari-hari.

ya...secara tidak sadar orang-orang yang seperti itu tidak ada keinginan untuk merubah kebiasaan & kebisaan mereka khususnya yang berkonotasi negatif, dan seolah-olah pasrah saja terima saja.
apa iya jiwa kita tidak bisa beranjak dari kata-kata "Sudah Lumrah" ketika (Maaf) melihat atau mendengar ada seorang polisi menilang seorang pengendara sepeda motor tapi bisa beres dengan hanya "salam tempel", sebenarnya apa yang harus kita perbaiki??



Kopi pagi, dengan sebuah inspirasi.
(thank's to Dewi)

Minggu, 31 Oktober 2010

Copy Paste itu Kreatif

Bagaimana mungkin, kreatif apa nya niru orang lain..?
Mungkin pertanyaan itu yang akan timbul pertama kalinya. 
Memang benar, awalnya saya juga berpikir hal yang sama tentang copy paste = kreatif. Tapi, saya akan coba berikan beberapa pemikiran saya tentang hal itu.Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar tentang copy paste khususnya orang-orang yang selalu beraktifitas menggunakan komputer. Hal itu adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi, bahkan menurut saya itu adalah hak asasi manusia.
Kenapa begitu?
Alasannya, karena saya sebagai seorang muslim saya akan coba sandingkan dengan pernyataan yang telah Alloh kemukakan dalam Alqur'an. Dalam setiap ayat, setiap huruf Alloh telah memerintahkan manusia supaya berpegang teguh pada Alqur'an sebagai pedoman untuk menjalani kehidupannya di dunia ini. Untuk hal ini setiap surat yang terkandung dalam Aqur'an, Alloh juga selalu memberikan contoh untuk setiap kegiatan kita.
Tetapi, hanya 1 orang paling sempurna di dunia ini yang mampu meng"copy" dan mem"paste" apa saja yang terkandung dalam Alqur'an, beliau adalah Rosulullah Muhammad SAW. karena beliaulah manusia paling sempurna yang telah diciptakan oleh Alloh SWT.
Dalam perkembangan nya apa yang telah di "paste"kan Rosul kita itu, senantiasa untuk di "paste"kan kembali oleh kita. Baik itu perbuatannya, cara beribadahnya dan masih banyak lagi. Kemudian kita sebagai manusia yang hidup di zaman dan era yang dipenuhi berbagai macam "paste"an masa lalu di beri akal pikiran untuk bisa memilih "paste"an apa yang terbaik untuk kita terapkan dalam menjalani kehidupan kita...? kira-kira seperti itu yang ada dipikiranku saat ini.
Merujuk akan hal itu, penjelasan tentang copy menurut saya adalah memperbanyak sesuatu tanpa menghilangkan apa yang ada di dalamnya dan paste adalah menempatkan hasil perbanyakan pada suatu tempat yang sesuai (jika ada yang lain silahkan tuliskan).
Oleh karena kita diberi akal maka apa yang telah kita copy dari orang lain, bisa kita modifikasi dengan sedikit berpikir agar sesuai dengan apa yang kita inginkan. disinilah letak copy paste itu kreatif.
Kreatif dalam menentukan agar sesuai dengan apa yang kita hadapi dan butuhkan. kenapa begitu? sering di tempat saya kerja, pada saat awal bulan struk gaji yang saya terima tiap bulan bentuk nya sama,  jenis hurufnya juga sama, tapi ada yang beda bulan kadang angka" nya (hehehe...).
Pada saat melihat proses pembuatan struk itu, mereka meng"copy - paste" tulisan bulan sebelumnya.
Dan masih banyak lagi contoh" nya, yang lebih kreatif seorang sutradara sekelas Steven Spielberg  pun menurut saya adalah seorang peng"copy" yang sangat kreatif mem"paste"kan dalam sebuah film. bahkan seorang Albert Einstein pun melakukan hal yang sama dengan mem"paste"kan ke dalam rumus" fisika yang tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh siapapun. Mengagumkan bukan?!


Selamat pagi, semoga hari ini mengagumkan.
(teman saya membalas sms ku pagi ini, "dengan jawaban yang sama")

Rabu, 20 Oktober 2010

Iseng ajah





benar - benar menyenangkan, walopun cuma iseng....
mereka adalah keluarga saya.....

Selasa, 19 Oktober 2010

Skizofrenia

Iseng-iseng buka blog orang saya mendapatkan sesuatu yang benar - benar baru bagi saya, mungkin bagi sebagian orang juga.
Dari ketidak sengajaan ini saya menemukan apa yang dinamakan dengan Skizofrenia, salah satu penyebab seseorang merasa rendah diri mungkin bisa di bilang nggak gaul atau cupu :-).
Menurut catatan yang saya temukan di wikipedia (biasanya teman saya selalu menyarankan wikipedia, sebagai bahan rujukan untuk istilah-istilah yang baru dan belum di mengerti. hehe..) Skizofrenia adalah penyakit otak yang timbul akibat ketidak seimbangan dopamin, yaitu salah satu sel kimia yang ada dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal.

Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial). Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi. Gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.
Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas:
  1. Gejala-gejala Positif
    Termasuk halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (kognitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.
  2. Gejala-gejala Negatif
    Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktivitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia).

Karena obat untuk penyakit ini belum bisa dipastikan, maka untuk saat ini para ahli hanya melakukan terapi sebagai cara untuk meminimalkan timbulnya penyakit ini. Tujuannya adalah memberikan pendidikan dan pengertian tentang sifat - sifat skizofrenia ini, mengurangi perasaan bersalah penderita atas timbulnya penyakit ini, mengidentifikasi perilaku problematik pada penderita pada anggota keluarga lainnya dan memperjelas pedoman bagi penderita dan keluarga.
Dalam sudut pandang agama, penderita penyakit ini mestinya lebih mendekatkan diri dan lebih memperdalam tentang keilmuan ketuhanan (ketauhidan) dengan hal itu penderita akan lebih bisa menerima dan bersabar dalam melakukan suatu kegiatan.

Jhon Nash seorang doktor ilmu matematika mengisahkan bahwa kesabaran dan perhatian yang tepat sangat diperlukan oleh penderita skizofrenia dan keluarga perlu mendukung serta memotivasi penderita untuk sembuh. Ia memenangkan hadiah nobel pada tahun 1994 yang mengilhami film A Beautiful mind, yang menyatakan bahwa seorang penderita skizofrenia bisa sembuh dan berprestasi.

Semoga apa yang saya ceritakan hari ini bermanfaat....

Kamis, 14 Oktober 2010

Syukurku Padamu ya Alloh

Akhirnya....bisa juga bikin kaya ginian, setelah berkali-kali selalu merasa gagal dan nggak bisa.
Ternyata nggak sesulit yang di bayangkan, semuanya gampang karena sudah di kondisikan tinggal ikuti langkah-langkah nya saja jadi deh....
Sekarang tinggal membagikan semua pada dunia, supaya dunia tau kalo saya ada. Cita-cita yang tidak sulit, tetapi mesti diimbangi dengan kemampuan.

Puji serta Syukur aku panjatkan padamu ya Alloh, telah memberikan karunia mu berupa akal dan pikiran untuk mewujudkan cita-citaku. Semoga sesuai dengan harapan Amiinn.....
Salam kenal Sahabat....